Analisis Tanah: C-organik
Metode Walley dan Black
(Balitanah, 2009); ditimbang 0,5 g contoh tanah ukuran <0,5 mm, dimasukkan
ke dalam labu ukur 100 ml. Ditambahkan 5 ml K2Cr2O7
1 N, lalu dikocok. Ditambahkan 7,5 ml H2SO4 pekat,
dikocok lalu diamkan selama 30 menit. Diencerkan dengan air bebas ion, biarkan
dingin dan diimpitkan. Keesokan harinya diukur absorbansi larutan jernih dengan
spektrofotometer pada panjang gelombang 561 nm. Sebagai pembanding dibuat
standar 0 dan 250 ppm, dengan memipet 0 dan 5 ml larutan standar 5.000 ppm ke
dalam labu ukur 100 ml dengan perlakuan yang sama dengan pengerjaan contoh.
Kadar C-organik (%) = ppm kurva x ml ekstrak/1.000 ml x
100/mg contoh x fk
= ppm kurva x 100/1.000 x 100/500 x fk
= ppm kurva x 10/500 x fk
Keterangan:
ppm kurva = kadar contoh yang didapat dari
kurva hubungan antara kadar deret standar dengan pembacaannya setelah dikoreksi
blanko.
100 =
konversi ke %
Fk =
faktor koreksi kadar air = 100/(100 – % kadar air).
DAFTAR PUSTAKA
Balai Penelitian Tanah. 2009.
Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air dan Pupuk. Badan Penelitian dan Pengembangan
Pertanian. Departemen Pertanian. Bogor.
Komentar
Posting Komentar